Serba-Serbi Penulisan Lagu Petra Sihombing dalam Semenjak Internet

Jakarta

Bukan hal yang murah bekerja sama dengan banyak kepala untuk menghasilkan sebuah rekaman. Tapi perkara yang tidak mudah justru dijajal oleh Petra Sihombing analitis menggarap album barunya yang bertajuk Semenjak Internet.

Dalam 12 dendang yang terdapat dalam albumnya, 10 di antaranya dikerjakan dan 10 kolaborator yang berbeda. Musisi yang Petra Sihombing ajak gawai sama antara lain Sheryl Sheinafia, Danilla Riyadi, Teddy Adhitya, Baskara Putra atau Hindia, Pamungkas, Ben Sihombing, Tulus, Kunto Aji, dan David Bayu.

Bekerja harmonis dengan 10 musisi yang berbeda dalam tiap lagunya enggak memuat Petra Sihombing takut untuk kehilangan identitas. Sebaliknya, ia malahan lebih mengapresiasi hal baru yang dapat ia pelajari tatkala proses bekerja bersama ketimbang hasil akhir.

“Gue sangat enjoy prosesnya dan gue amat tidak beracuan kepada hasil gitu. Hasilnya jadi bonus nang menyenangkan aja. Prosesnya yang gue sangat appreciate, gue mencari hal terkini sama orang-orang di studio dan tidak ada dalam semesta yang nyaman. Gue selalu mencoba, ketika membuat album terkini harus membuat gue keluar dari zona nyaman,” kata Petra lubuk (pinggan) wawancara virtual dengan detikcom baru-baru.

Agar musik antar lagunya juga memiliki benang merah, Petra Sihombing menganologikan proses penulisan gita bersama kolaboratornya sebagai pembentukan kerangka. Ketika menulis, lagu nang dihasilkan masih mentah, warna dan aransemen ia tentukan kemudian.

“Karena kekang dari bunyi musiknya seperti apa itu kan ada di gue. andaikan gue duduk dengan song writer manapun biasanya cuman dan satu instrumen gitar sih, vokal dan gitar atau piano, jadi memang tidak ada warna yang langsung kebentuk. Gue mencoba nggak mikirin warnanya lewat. Gue coba mikirin rangka tulangnya dulu.Lebih ke hal-hal nan tulang, struktur dulu, dibanding looknya mau seperti apa. selesai memang nggak terlalu sulit untuk nyamain warna karena kendali warnanya ada di gue,’ transparan dia.

Selebihnya, Petra Sihombing mengaku memiliki siasat dan sistem pengerjaan yang berbeda-beda di setiap lagu. Hal itu terbelenggu pada ide yang ia dan kolaboratornya miliki saat menggarap lagu.

“Kayak banyak mulut itu idenya justru dari Sal (Priadi). Sal bawa ide nang kuat, terus gue develop dari situ. Astrologi gue berhenti bawa setengahnya terus kerjain bareng Sheryl. Kalau yang Adu/h, gue sudah bawa setengah, terus nggak works nih, hasilnya berubah total, bikin lagu baru, yang dipakai yang dibikin on the spot,” cerita dia.

Kondisi nan bisa saja berubah itu membuat Petra Sihombing belajar bagi menjadi lebih fleksibel dan menyesuaikan keadaan selama proses pengerjaan album tersebut. “Jadi yang menariknya di situ, akhirnya ide yang dimenangkan, bukan apa yang dipersiapkan. Ternyata apa yang kita persiapkan ahli berubah, gue mencoba fleksibel dalam hal itu,” tuturnya.

Sebelum mengeluarkan bermula Internet, Petra Sihombing telah lebih dulu mengeluarkan satu per esa lagunya sebagai single. Untuk dapat konsisten mengeluarkan lagu tiap bulannya, ia harus setidaknya memiliki tiga tabungan lagu dalam suatu bulan.

“Gue lebih ke nabung sih, jadi di candra ini sebelum rilis gue harus minimal punya tiga. mulai awal gue punya tiga, bulan depannya gue punya tiga lagi,” ungkap dia.

Untuk mampu memenuhi tenggat dan jumlah tabungan lagu, Petra Sihombing memiliki caranya distingtif. Ia memisahkan proses penulisan lagu menjadi dua babak.

Babak kontemporer adalah proses yang melibatkan emosi dan rasa, sedangkan bagian kedua adalah proses yang mengutamakan hal-hal berbau teknis.

“Gue misahin nang involving rasa, emosi, kayak nulis lagu, itunya gue kelarin lewat, terus hal-hal yang teknis kayak mixing, mastering itu gue lakuin sangka last minute sih. Itu yang memang gue lakukan setelah lagunya yakin itu udah selesai, itu biasanya gue diemin dulu, gue selesein pas udah mau rilis,” jelasnya.

Dia menyambung, “Jadi gue punya sebulan untuk hal-hal lainnya. Tapi setengah yang meng-involve rasa udah gue keluarin duluan, jadi gitu jangan-jangan ya ngakalinnya, karena sebulan sekali lumayan tight untuk gue bikin rilisan.”

Mengenai pengumpulan siapa musisi yang dia ajak terlibat dalam Semenjak Internet, Petra Sihombing mengaku tidak memiliki rumusan khusus. Ia sama sekali mengandalkan insting siapa yang kira-kira akan cocok ia seolah-olah kerja sama.

Petra Sihombing juga menyebutkan tidak sejumlah sosok ia ajak berkolaborasi sudah ia kenal lebih lepas. Ada musisi yang baru ia kenal justru setelah mengajak untuk menulis tembang bersama.

“Pertimbangannya feeling aja sih, gue nggak ada pertimbangan berbeda. Ada beberapa yang gue kenal sebelumnya, ada yang gres gue kenal. Sheryl, Teddy itu salah satu temen gue nang gue kenal paling lama, kalau Baskara, Sal itu nang baru gue kenal dua tahun belakangan gitu. Bang David, Danilla itu orang-orang yang baru gue kenal justru,” urainya.

“Beda-beda betul-betul, nggak ada satu objektif di kepala gue kenapa gue memilih mereka, tapi gue suka banget dengan orangnya, rasa, vibenya gue suka,” lanjutnya.

Simak film “Cerita Inspiratif di Balik Konten-konten Kocak YouTuber Frost Diamond

[Gambas:Video 20detik]

(srs/doc)

Artikel ini telah diterbitkan oleh hot.detik.com dengan judul Serba-Serbi Penulisan Lagu Petra Sihombing dalam Semenjak Internet.
Silahkan disimpan jika bermanfaat.

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *